1.
Sintesis/pembuatan alkohol
Ada
2 reaksi yang dapat dipakai untuk membuat/mensintesis alkohol dari gugus
karbonil: reaksi adisi Grignard dan reaksi reduksi. Kita akan lihat satu per
satu.
Reaksi adisi Grignard
Reagen
grignard dibuat dengan cara mencampurkan logam magnesium dengan alkil halida
(atau haloalkana). Atom magnesium akan
menempati posisi diantara gugus alkil dan atom halogen (X) dengan rumus
umum:
R-X +
Mg → R-Mg-X
Pada
contoh di bawah ini, digunakan bromin sebagai reagen grignard karena bromin
merupakan atom halogen yang biasa dipakai dalam pembuatan reagen grignard.
Mekanisme
dari reagen Grignard yang bereaksi dengan sebuah karbonil
Sintesis dari formaldehida
Sintesis
alkohol dari formaldehida dan reagen Grignard
Gambar
diatas menunjukkan sintesis alkohol yang dihasilkan dari formaldehida dan
reagen Grignard. Alkohol yang dihasilkan berjenis alkohol primer.
Sintesis dari aldehida
Sintesis
alkohol dari aldehida dan reagen Grignard
Gambar
diatas menunjukkan sintesis alkohol yang dihasilkan dari aldehida dan reagen
Grignard. Alkohol yang dihasilkan berjenis alkohol sekunder.
Sintesis dari keton
Sintesis
alkohol dari aldehida dan reagen Grignard
Gambar
diatas menunjukkan sintesis alkohol yang dihasilkan dari keton dan reagen
Grignard. Alkohol yang dihasilkan berjenis alkohol tersier.
Sintesis
alkohol dari ester dengan reduksi
Gambar
diatas menunjukkan sintesis alkohol dari ester dengan reaksi reduksi. Ester
dapat terhidrolisa menjadi alkohol dan asam karboksilat.
Sintesis dari asam karboksilat
Sintesis
alkohol dari asam karboksilat dengan reaksi reduksi
Gambar
diatas menunjukkan sintesis alkohol dari asam karboksilat dengan reaksi
reduksi.
1.
Jenis-jenis alkohol
Alkohol dapat
dibagi kedalam beberapa kelompok tergantung pada bagaimana posisi gugus -OH
dalam rantai atom-atom karbonnya. Masing-masing kelompok alkohol ini juga
memiliki beberapa perbedaan kimiawi.
Alkohol
Primer
Pada
alkohol primer(1°), atom karbon yang membawa gugus -OH hanya terikat pada satu
gugus alkil.
Alkohol
sekunder
Pada
alkohol sekunder (2°), atom karbon yang mengikat gugus -OH berikatan langsung
dengan dua gugus alkil, kedua gugus alkil ini bisa sama atau
berbeda.
Alkohol
tersier
Pada
alkohol tersier (3°), atom karbon yang mengikat gugus -OH berikatan langsung
dengan tiga gugus alkil, yang bisa merupakan kombinasi dari alkil
yang sama atau berbeda.
2.
Penggunaan
Alkohol
1. Metanol dan etanol
Dua alkohol paling sederhana adalah metanol dan etanol (nama
umumnya metil
alkohol dan etil
alkohol) yang strukturnya sebagai berikut:
H H H
| | |
H-C-O-H H-C-C-O-H
| | |
H H H
metanol etanol
Dalam peristilahan umum, "alkohol" biasanya
adalah etanol atau grain alcohol. Etanol dapat dibuat dari fermentasi buah atau gandum
dengan ragi,
Etanol juga dapat diperoleh melalui peragian tetes (sisa pemurnian gula tebu),
atau dari bahan lain yang mengandung gula alam. Etanol sangat umum digunakan,
dan telah dibuat oleh manusia selama ribuan tahun. Etanol adalah alkohol biasa.
Etanol juga salah satu obat rekreasi (obat
yang digunakan untuk bersenang-senang) yang paling tua dan paling banyak
digunakan di dunia. Dengan meminum alkohol cukup banyak, orang bisa mabuk.
Semua alkohol bersifat toksik (beracun),
tetapi etanol tidak terlalu beracun karena tubuh dapat menguraikannya dengan
cepat.
Metanol dikenal sebagai alkohol kayu karena dapat
dihasilkan melalui penyulingan destruktif kayu. Senyawa ini sangat beracun dan
dapat menyebabkan buta dan kematian jika ditelan.
·
Metanol : pelarut, antifreeze radiator mobil, sintesis
formaldehid, metilamina, metilklorida, metilsalisilat, dll
·
Etanol : minuman beralkohol, larutan 70 % sebagai
antiseptik, sebagai pengawet, dan sintesis eter, koloroform, dll.
2. Amil alkohol
Amil alkohol adalah salah satu dari 8 alkohol
dengan rumus C 5 H 11 OH. Sebuah campuran amil alkohol (juga disebut amil
alkohol) dapat diperoleh dari alkohol
Fusel . Amyl alcohol is used as a solvent and in esterfication for
example in the production of amyl
acetate . Amil alkohol digunakan sebagai pelarut dan pada esterfication
misalnya dalam produksi asetat
amil
3. Gliserol
Kegunaan gliserol sangat banyak, terutama sebagai bahan
baku pembuatan resin sintetis, getah ester, obat - obatan, kosmetika, dan pasta
gigi.
4. Eritrito
Erythritol sangat mirip dengan gula dalam hal penampilan dan rasa, meskipun bukan
itu sangat manis dibandingkan dengan Gula halus. Cukup seperti gula
halus, Anda dapat menemukan Eritritol dalam pasir atau bahkan dalam
bentuk bubuk. Eritritol diasumsikan gula alkohol yang mirip dengan Sorbitol
dan xylitol.
5. Xylitol
Xylitol adalah pemanis alami dari golongan penitol yang
dapat menggantikan gula pada makanan atau bahan perlengkapan kebersihan mulut
seperti dalam pasta gigi untuk sikat gigi, permen karet, cairan kumur-kumur,
dan lain sebagainya.
Manfaat / fungsi / guna dari xylitol adalah untuk
mencegah gigi berlubang, mengembalikan mineral gigi yang hilang dengan cepat,
menghambat tumbuhnya plak / karies gigi, dan lain sebagainya. Gula xilitol ini
pun aman dikonsumsi oleh penderita diebetas / kencing manis.
Contoh lain dari alkohol:
Alkohol digunakan secara luas dalam industri dan sains
sebagai pereaksi, pelarut, dan bahan
bakar. Ada lagi alkohol yang digunakan secara bebas, yaitu
yang dikenal di masyarakat sebagai spirtus. Awalnya alkohol digunakan secara
bebas sebagai bahan bakar. Namun untuk mencegah penyalahgunaannya untuk makanan
atau minuman, maka alkohol tersebut didenaturasi. denaturated alcohol disebut
juga methylated spirit, karena itulah maka alkohol tersebut dikenal dengan nama
spirtus.
Guna lain dari alkohol:
Minuman
"Alkohol"
yang terdapat dalam minuman beralkohol adalah etanol.
Spirit (minuman keras) bermetil yang diproduksi dalam
skala industri
Etanol
biasanya dijual sebagai spirit (minuman keras) bermetil yang diproduksi dalam
skala industri yang sebenarnya merupakan sebuah etanol yang telah ditambahkan
sedikit metanol dan kemungkinan beberapa zat warna. Metanol beracun, sehingga
spirit bermetil dalam skala industri tidak cocok untuk diminum. Penjualan dalam
bentuk spirit dapat menghindari pajak tinggi yang dikenakan untuk minuman
beralkohol (khususnya di Inggris).
Sebagai bahan bakar
Etanol
dapat dibakar untuk menghasilkan karbon dioksida dan air serta bisa digunakan
sebagai bahan bakar baik sendiri maupun dicampur dengan petrol (bensin).
"Gasohol" adalah sebuah petrol / campuran etanol yang mengandung
sekitar 10 – 20% etanol.
Karena
etanol bisa dihasilkan melalui fermentasi, maka alkohol bisa menjadi sebuah
cara yang bermanfaat bagi negara-negara yang tidak memiliki industri minyak
untuk mengurangi import petrol mereka.
Sebagai pelarut
Etanol
banyak digunakan sebagai sebuah pelarut. Etanol relatif aman, dan bisa
digunakan untuk melarutkan berbagai senyawa organik yang tidak dapat larut
dalam air. Sebagai contoh, etanol digunakan pada berbagai parfum dan kosmetik.
Sebagai bahan bakar
Metanol
jika dibakar akan menghasilkan karbon dioksida dan air.
Metanol
bisa digunakan sebagai sebuah aditif petrol untuk meningkatkan pembakaran, atau
kegunaannya sebagai sebuah bahan bakar independen (sekarang sementara
diteliti).
Sebagai sebuah stok industri
Kebanyakan
metanol digunakan untuk membuat senyawa-senyawa lain – seperti metanal
(formaldehida), asam etanoat, dan metil ester dari berbagai asam. Kebanyakan
dari senyawa-senyawa selanjutnya diubah menjadi produk.
Kegunaan propan-2-ol
Propan-2-ol
banyak digunakan pada berbagai situasi yang berbeda sebagai sebuah pelarut.
Beberapa
dampak dan efek alkohol bagi kesehatan manusia adalah :
- Mengganggu
fungsi hati, yang mampu mengakibatkan penyakit hepatitis.
- Mengakibatkan kerusakan lambung
- Mengakibatkan kerusakan jaringan tubuh
- Mengakibatkan peningkatan resiko Kanker Payudara
- Mengganggu fungsi otak, jantung, dan ginjal.
- Mengakibatkan Stroke, kelumpuhan syaraf, gagal fungsi organ.
- Mengakibatkan cacat dan gangguan pertumbuhan bagi janin
- Mengakibatkan kematian.
PERMASALAHAN:
Bagaimana alkohol dapat menganggu kerja saraf
(mabuk) jika di konsumsi dalam kadar kurang lebih 30 persen